Kharisma_Laksamana

keep smille n spirit

 

Nasib Tambang di Hutan Lindung

 

P ermintaan para pemohon
uji materi (iudicihl
reviav) Undang-Undang
Nornor 19 Tahun 2004 tentang
Penetapan Peraturan Pemerintah
Pengganti Undang-undang
Nomor 1 Tahun 2004 tentnng
Perubahan atas Undang-Undang
N v o r 41 Tahun 1999 tentang
Kc ,(anan tidak dipenuhi oleh
Mahkamah Konstitusi. ‘ Ini berarti 13 perusahaan per-
I tarnbangan yang telah mendapat
I izin menambangdi hutan lindung
akan terus beroperasi. Sungguh
suatu ironi karena di tengah rusaknya
sumber daya hutnn di
Indonesia, pemerintah justru
1 membuat pilihan untuk mengubah
bentang dam hutan lindung
yang menjadi basis pelestarian
lingkungan hidup.
Setahun lalu, tepatnya 15 Juli
2004, rapat paripurna DPR melalui
voting menyetujui perpu itu I untuk disahkan menjadi undangundang.
Keputusan DPR itu dinilai
sejurnlah koalisi dan lembaga
swadaya masyarakat sebagai
F-bang kekalahan bangsa In- . .csia di bawah tekanan kepentingan
asing.
Seperti dalam kasus-kasus lain
sebelumnya, ketentuan seperti
itu dikeluarkan karena unsur ketidakpastian
usaha dan adanya
ancaman gugatan arbitrase dari
perusaham-perusahaan asing
Dari 13 perusahaan yang telah
diberi izih penambangan, sebagian
besar perusahaan sahamnya .
dikuasai asing dan terdaftar di
1 bursa saham New York Arnerika
Serikat (Kompas, 16/7/2004).
Saat ini, kontroversi lahirnya
perpu itu-yang diduga terkait
politik uang yang melibatkan
anggota DPR masa itu (Kompas,
24/7/2004 dan 29/9/2004)-dan
judicial review terhadapnya terjawab
sudah. Tanda-tanda apakah
peristiwa demikian ini?
Departemen Kehutanan dalam
kesempatan pembahasan Rencana
Jangka Panjang Kehutanan
awal tahun ini memaparkan hutan
Indonesia yang sudah terdegradasi
seluas 59,7 juta hektar,
sedangkan lahan hitis sudah
mencapai 42,1 juta hektar.
Dalam sidang jz~dicial review
UU No 19/2004 di Mahkamah
Konstitusi yang penulis ikuti, kemsakan
hutan oleh pemerintahsebagai
pendukung pelaksanaan
pertambangan di hutan lindungjustru
menjadi argumen bahwa
tambang di hutan lindung hanya
akan merusak tidak lebih dari
lima persen dari luas hutan lindung
yang ada. Intinya, kegiatan
pertambangan bukan satu-satunya
penyebab kerusakan hutan
dan kontribusinya terhadap kerusakan
pun tidak besar.
Argumentasi itu, selain bersifat
parsial berdasarkan kepentingan
sektor tertentu, juga tidak didasarkan
pada penjelasan nyata
tentang pendayagunaan sumber
daya alam bagi bangsa Indonesia
di masa depan.
Tak pandang bulu
Sektor kehutanan dan pertambangan
bersaing untuk mengklaim
siapa yang paling kecil menjadi
penyebab kerusakan hutan,
padahal kerusakan daya dukung
sumber daya dam dan dampak
negatifnya tidak pernah melihat
siapa yang menyebabkan kerusakan.
Pelaksanaan sidang di MK saat
itu, bertepatan dengan banjir
yang selama dua minggu menenggelamkan
kawasan Sungai
Barito, Kalimantan Tengah, juga
beberapa kabupaten di Kalimantan
Timur yang selama ini tidak
pernah banjir, tidak menjadi bukti
nyata bahwa daya dukung sumber
daya alam telah rusak. .
Masyarakat pun tidak pernah
tahu seberapa besar kekayaan
sumber daya tambang di Indonesia
dan seberapa penting kekayaan
itu hams dieksploitasi saat
ini ketika fungsi hutan tidak
la@ memadai sebagai daya dukung
lingkungan. Benarkah nilai
uang dari tambang dan penebangan
hutan benar-benar menjadi
benefit yang dapat mengganti
nilai korban sebagai biaya akibat
bencana dam.
Bappeda Kabupaten Pasir, Kalimantan
Timur, dalam pembahasan
mengenai Kabupaten Konservasi
awal bulan ini di Jakarta
menyatakan, akibat penebangan
kayu di kabupatennya yang
menghasilkan pendapatan Rp 7
miliar setahun, ternyata tidak
berarti apa-apa. Sebab, akibat
banjir, kabupatennya hams
memperbaiki infrastruktur yang
rusak sebesar Rp 41 miliar.
Kabupaten Balai Karimun di
Kepulauan Riau juga hanya menerima
pendapatan l’mgsung Rp
4 miliar sampai Rp 5 miliar per
tahun dari sektor tambang. Sementara
kabupaten ini kehilangan
Rp 8 miliar per tahun dari
fungsi-fungsi hutan lindungnya
yang ditambang.
Realitas ini menunjukkan, ada
atau tidak adanya tambang di
hutan lindung, masyarakat telah
langsung menanggung risiko atas
rusaknya sumber daya dam. Banjir,
kekeringan, dan kekurangan
air bersih telah berulang kejadiannya
dan menjadi pengganggu
utama bagi masyarakat miskin
- _Z yang umumnya berpenghasilan
dari sektor ~ertanian.M aka. ueningkatan
Gemsakan hutan. hdung
akan memperparah kondisi
itu, siapa pun pelakunya.
RUU PSDA
Merencanakan pemanfaatan
bentang dam yang juga sebagai
daya dukung lingkungan tidak dapat
dibagi-bagi berdasarkan sektor.
Pembagian oleh sektor yang
mengen~cutp ada eksploitasi komoditas
dari sumber daya dam.
dan menyebabkan kemsakan dan
konflik, harnpir pasti tidak dapat
dikendalikan jika tiap sektor hanya
memegang undang-undangnya
masing-masing. Inilah sebenarnya
yang menjadi salah satu
argumen mengapa Undang-Undang
Pengelolaan Sumber Daya
Alam (UU PSDA) diperlukan.
RUU ini antara lain dapat
membantu sektor-sektor untuk
sama-sama melihat daya dukung
bentang alam sebagai landasan
perencanaan dalam bio-region
yang disepakati, memastikan adanya
kewajiban hubungan horizontal
antanvilayah administrasi
dalam pengelolaan sumber daya
alam dan konflik pemanfaatannya
yang selama ini tidak pernah
dilakukan, serta memandatkan
kepada pemerintah untuk melakukan
inventarisasi kekayaan
sumber daya dam sebagai argumen
pemanfaatannya
Bukankah UU PSDA dapat
menjadi landasan penyelesaian
konflik, meningkatkan kepastian
usaha, dan pelestarian sumber
daya dam di masa depan?
Kini, RUU PSDA justru dianggap
bertentangan dengan kerja
sektor dan pe jalanannya amat
lambat dibandingkan dengan
RUU sektor. Dari pandangan sektor
terhadap RUU PSDA yang
baru-baru ini telah dibahas, Kementerian
Negara Lingkungan
Hidup, Departemen Kehutanan,
serta Departemen Energi dan
Sumber Daya Mineral justru menolaknya.
Inikah tanda-tanda kerusakan
sumber daya dam tak akan berujung?
Semoga tidak demikian.
M A D 1 KARTODIHARDJO
Pengajar pada Fakultas
Kehutanan Institut
Pertanian Bogor

 

Sumber : Repository IPB

 

Hello world!

 

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!